Pemuda Islam yang Ideal

PROFIL PEMUDA ISLAM YANG IDEAL
TUGAS ASISTENSI AGAMA ISLAM (AAI)




DHANY DIMAS OKTRIYANTO
D0210028
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2010/2011




PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat, ''Kapankah sedekah yang paling utama itu?'' Beliau menjawab, ''Engkau bersedekah pada waktu muda sehat, berkeinginan untuk kaya, dan takut miskin.''
Ada semacam kecenderungan di kalangan sebagian masyarakat di sekitar kita untuk menangguhkan kegiatan perjuangan hanya menjelang masa tua dari berbagai macam aktivitas atau menjelang usia lanjut. Seolah-olah keberagamaan itu teraktualisasikan pada saat energi untuk menguasai kehidupan telah hampir terkuras habis. Keterlibatan dalam perjuangan menyiarkan Islam hanyalah diletakkan pada usia dan tenaga sisa saja.
Banyak contoh dalam realitas kehidupan, seseorang ketika memiliki
jabatan, harta, maupun kedudukan, sangat jauh dari nilai-nilai agama. Bahkan, cenderung menentang kegiatan-kegiatan keagamaan. Namun, ketika usia menjelang senja, orang tersebut mulai kelihatan aktif terlibat dalam kegiatan keislaman. Tentu saja hal ini tidaklah salah, apalagi jika dibandingkan dengan sama sekali tidak sadar.
Akan tetapi, jika memperhatikan hadis di atas, ibadah dan berjuang yang paling utama itu justru dilakukan pada saat usia muda yang energik dan penuh vitalitas, ketika keinginan untuk mendapatkan yang terbaik dan terbanyak begitu mendominasi. Sedekah, sebagai contoh, dikeluarkan pada saat memiliki angan-angan dan cita-cita menjadi orang kaya, serta takut miskin, sehingga segala sesuatunya diperhitungkan dengan teliti. Demikian pula dengan tobat, yang terbaik adalah dilakukan oleh anak muda yang relatif sedikit dosa dan kesalahannya, atau jika melakukan kesalahan dianggap wajar oleh masyarakat.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Dailami dari Umar, Rasulullah SAW bersabda, ''Tobat itu sangat baik, akan tetapi jika dilakukan oleh anak muda jauh lebih baik....'' Karena itu, balasan dari Allah SWT bagi anak muda yang mengisi masa mudanya dengan kegiatan yang bermanfaat sangat luar biasa, yaitu kelak di Padang Makhsyar akan mendapatkan naungan-Nya pada saat tidak ada naungan selain naungan-Nya.



PEMBAHASAN


1. Pemuda Islam yang Ideal
Usia muda adalah usia yang memiliki fisik prima, akal segar, keingintahuan yang tinggi, dan semangat kuat, namun belum memiliki pengalaman yang cukup. Pemuda memiliki hasrat yang tinggi untuk melakukan suatu perubahan, hal ini membawa dampak pemuda berpotensi untuk membuat kebajikan, dan juga potensial untuk membuat keonaran. Jika dikembangkan kearah positif maka para pemuda dapat menjadi asset yang berharga bagi bangsa maupun umatnya.
Meski demikian, perlu juga diwaspadai, masa muda adalah masa dimana segala gejolak dan rasa mencapai puncaknya. Hasrat dan keinginan bergejolak dahsyat dalam jiwa. Godaan dan dorongan nafsu mendesak sangat kuat. Sehingga peluang untuk tergelincir pada lembah kemaksiatan terbuka lebar, sebagaimana peluang menuju kesuksesan pun terhampar di depan mata.
Pemuda. Sejatinya adalah orang muda sebagai generasi penerus dari
golongan yang tua, dan sebagai harapan bangsa. Pemuda adalah para remaja, pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya, yang tentunya memiliki jiwa yang muda. Namun, seperti apakah pemuda islam itu?
Menjadi sosok pemuda muslim ideal yang menjadi harapan bangsa dan Negara tidaklah mudah. Jiwa muda yang berkembang dalam diri para pemuda ini menyebabkan terkadang mereka terbawa arus perubahan zaman. Namun demikian agama islam memerintahkan agar kita mempersiapkan generasi muda penerus dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi tantangan zaman, maka diperlukan pemuda muslim yang menjadi harapan umat dan bangsa.
Sifat-sifat dasar pemuda muslim ideal yang menjadi dambaan umat yaitu pertama, memiliki aqidah yang benar. Inti dari aqidah adalah tauhid yaitu mengesakan Allah SWT. Hanya menyembah kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah dan menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah. Kedua, memiliki ilmu dan tsaqafah islam. Selalu haus akan ilmu pengetahuan dan mengamalkannya. Sehingga pemuda muslim mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang luas. Dapat dibayangkan betapa suatu bangsa akan cepat maju bila memiliki generasi-generasi muda yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.
Nabi Muhammad saw. bersabda,”Manfaatkan yang lima sebelum datang
yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu; masa sehatmu
sebelum datang masa sakitmu; masa kayamu sebelum datang masa
miskinmu; masa hidupmu sebelum datang masa matimu; masa luangmu
sebelum datang masa sibukmu.” (H.R. Al Baihaqi)
Bila seorang pemuda Islam telah dapat mengimani Allah SWT. dan Rasul-Nya, tentunya ia akan selalu mengamalkan ajaran Islam, baik dalam
perbuatan dan kehidupan sehari-hari, hingga usaha pendakwahan agama Islam. Karena seorang pemuda Islam tentunya tidak ingin menjadi orang yang merugi, karena ciri orang yang tidak mengalami kerugian dalam hidup adalah senantiasa mengamalkan dan mendakwahkan Islam. Nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa menyeru kepada kebaikan maka ia akan memperoleh pahala seperti dengan orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim).
Al-Qur`an banyak bercerita tentang sosok pemuda yang mampu
mewujudkan perubahan dengan keunggulan pribadi yang kuat. Mereka memiliki prinsip dan sikap yang jelas dalam mewujudkan perubahan tersebut. Bukan keunggulan kepribadian saja yang kuat, tetapi keunggulan tersebut sangat dibutuhkan oleh zamannya.
Sosok Ibrahim, pemuda cerdas serta kritis terhadap ideologi dan
keyakinan yang dianut masyarakat sekitarnya, termasuk orang tuanya sendiri. “Dan ingatlah waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: ”Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-An`am:74). Nabi Ibrahim mampu mematikan logika sesat Aazar dan Namrud. Dengan gagah berani dan keyakinan yang tinggi dia mendebat Namrud (QS. Al-Anbiya (21): 52-71). Keunggulan logika Ibrahim tersebut sangat tepat dengan zamannya.
Lihatlah sosok sahabat-sahabat Rasulullah, sebagian besar dari mereka
adalah seorang pemuda. Pemuda Islam yang gagah berani serta benar-
benar menggunakan masa mudanya untuk kemuliaan Islam. Mereka muda
tapi dewasa, memiliki kepribadian yang matang serta tsabbat, punya sikap
dan pantang menyia-nyaiakan waktu mudanya dengan kelalaian.

2. Sifat yang Dimiliki Pemuda Islam
Masa muda merupakan masa-masa terindah yang Allah beri. Disana ada banyak peluang untuk berprestasi, berkreasi dan berinovasi. Masa muda penuh karya, penuh makna dan hikmah. Allah memberikan masa muda yang sama bagi setiap orang, yang membedakan adalah penyikapan terhadap masa yang Allah berikan tersebut, apakah akan dipergunakan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat atau menyianyiakannya dengan segala macam kesenangan sesaat. Jangan sampai muara dari masa muda adalah penyesalan di masa tua. Al-Qur`an yang menempatkan masa muda sebagai masa kekuatan. “Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha
Kuasa.” (QS. Ar-Ruum: 54) bijak jika masa muda dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Berikut ini beberapa hal yang dapat membuat masa muda lebih bermanfaat lagi:
1. Idealis, yaitu bercita – cita tinggi.
2. Kreatif, yaitu memiliki daya cipta yang tinggi.
3. Selalu ingin tahu, yaitu memiliki rasa penasaran atas sesuatu yang baru.
4. Berani, yaitu tidak malu dalam bertanya.
5. Pantang menyerah, yaitu tidak gampang putus asa.
6. Optimis, yaitu berpandangan baik.
7. Beribadah dan beramal sholeh, yaitu berusaha mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.
8. Belajar dan mengkaji ilmu-ilmu Allah, yaitu rajin dalam mencari ilmu.



PENUTUP


1. Kesimpulan
Pemuda Islam adalah pemuda yang mampu mengangkat nama agamanya serta nama bangsanya. Berusaha untuk melawan kehidupan yang hanya penuh dengan kemaksiatan serta bertawakkal kepada Allah SWT. Generasi muda Islam dianjurkan untuk selalu menumbuhkan kesadaran diri akan betapa peran kita selalu dibutuhkan. Sekecil apapun yang bisa kita sumbangkan untuk Islam akan sangat bernilai dan akan dibalas dengan yang setimpal bahkan berlipat ganda.
Romawi Timur (Turki) telah ditaklukkan, dan Sungguh Rasulullah SAW pernah janjikan akan tiba saatnya bagi Romawi Barat (Vatikan/ Italia) untuk tunduk di bawah naungan Islam. Bersiap-siaplah kita semua untuk menjadi para pewaris Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk. Wallahu A’lam.



Daftar Pustaka:

- Figur Pemuda Islam/ Hasan Al-Banna, Abdullah Nashih ‘Ulwan, Ahmad Muhammad Jamal/ Penerbit Cahaya Perss, Jakarta/ 2002.
- Generasi Mendatang Generasi Yang Menang/ Dr. Yusuf Al-Qaradhawy/ Penerbit Gema Insani Perss, Jakarta/ 1995.
- Jangan Jadi Bebek/ O. Solihin/ Penerbit Gema Insani Perss, Jakarta/ 2002.
- http://www.syahadat.com/artikel/214-pemuda-islam/
- http://bankganteng.blogspot.com/2010/11/profil-dan-ciri-ciri-pemuda-muslim-yang/
- http://latisi.multiply.com/journal/item/1/FIGUR_PEMUDA_ISLAM_IDEAL/

Read More..

Long Life Education

MAKALAH ASISTENSI AGAMA ISLAM (AAI)
LONG LIFE EDUCATION




DHANY DIMAS OKTRIYANTO
D0210028
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2010/2011




PENDAHULUAN


1. Latar Belakang

Akhir-akhir ini banyak para ahli yang mulai menyebarkan paham long life education atau dengan kata lain pendidikan sepanjang hayat. Salah satunya ialah R.S. Peters, dalam bukunya sendiri "The Philosophy of Education", ia menandaskan bahwa pada hakekatnya pendidikan tidak mengenal akhir, karena kualitas kehidupan manusia terus meningkat. Seruan tentang pendidikan adalah proses tanpa akhir juga dilakukan oleh negara. Sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Namun pada suatu masyarakat yang menganut aliran kapitalisame, kemajuan pendidikan hanya di lihat dari sejauh mana ia dapat menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang akan dapat membuat mesin-mesin industri berjalan. Ideologi kapitalis dalam dunia pendidikan dapat dengan mudah dilihat dari pelajaran yang dipecah-pecah menjadi kepingan-kepingan ilmu yang semuanya berujung dan berpangkal pada hubungan jual-beli dan untung-rugi. Lalu dengan prinsip ekonomi yang berbunyi "modal sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya". Kemudian semua substansi pelajaran ekonominya adalah bagaimana membuat produk baik yang dapat dijual untuk mencari keuntungan, bagaimana menciptakan pasar, hingga bagaimana agar orang hanya bisa beli. Bukankah ajaran ini akan merusak substansi pendidikan sebagai upaya mewujudkan kemanusiaan universal?
Ini berbeda dengan Islam. Sebagai suatu agama, Islam mengajarkan tentang pola belajar yang memang seharusnya diusahakan oleh manusia dalam sepanjang hayatnya (long life education). Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja, melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia termasuk di dalamnya mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur kehidupan dunia dan akhirat tersebut adalah Al Qur’an dan Al Hadist.
Dalam pendangan Islam, pendidikan merupakan salah satu perhatian sentral masyarakat Islam baik dalam negara maupun minoritas. Dalam ajaran agama Islam, pendidikan mendapat posisi yang sangat penting dan tinggi. Karenanya, umat Islam mempunyai perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan pendidikan untuk kepentingan masa depan umat Islam.
Sebagai sumber ajaran, Al Qur’an sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti, ternyata menaruh perhatian yang besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran. Demikian pula dengan Al Hadist, sebagai sumber ajaran Islam, di akui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup (long life education ).
Dari uraian diatas, terlihat bahwa Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadist, sejak awal telah menancapkan revolusi di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Langkah yang ditempuh Al Qur’an ini ternyata amat strategis dalam upaya mengangkat martabat kehidupan makhluk hidup. Kini di akui dengan jelas bahwa pendidikan merupakan jembatan yang menyeberangkan orang dari keterbelakangan menuju kemajuan, dan dari kehinaan menuju kemuliaan, serta dari ketertindasan menjadi merdeka, dan seterusnya.



PEMBAHASAN


1. Pendidikan
Masyarakat pada umumnya mengidentikkan pendidikan dengan suatu lembaga pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMU, Perguruan Tinggi) dan lembaga pendidikan non formal (PAUD, Paket A-C, lembaga-lembaga kursus). Namun sesungguhnya, pendidikan itu tidak hanya didapat dari sebuah lembaga pendidikan yang sudah disebutkan di atas. Lebih luas lagi, seluruh fase kehidupan di dunia ini adalah proses pendidikan bagi manusia yang mau berfikir.
Sejak dalam rahim, seorang bayi telah belajar banyak hal. Salah satunya seperti merasakan, bergerak, melihat juga mendengar. Begitu pula ketika lahir ke dunia. Secara refleks bayi tersebut belajar bernafas, menangis, menyusu. Lalu seiring perkembangannya, bayi tersebut belajar berjalan, melompat, berbicara, dan sebagainya hingga menjadi manusia yang dewasa.
Berikut ini adalah beberapa definisi pendidikan menurut beberapa pihak:
- Menurut Ki Hajar Dewantara
Pendidikan yaitu daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup.
- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik.
- Menurut UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Dari penjabaran di atas, dapat di simpulkan bahwa kegiatan mendidik dilakukan oleh satu pihak sebagai pendidik kepada pihak lain sebagai peserta didik. Tidak ada yang mencakup pendidikan dari satu orang kepada dirinya sendiri. Lalu mengapa pendidikan yang digembor-gemborkan di Indonesia hanya ditujukan ada pendidikan dalam lingkup yang sempit. Padahal seperti yang sudah saya jabarkan di atas, pendidikan itu begitu luas.
2. Long Life Education

Long life education atau pendidikan sepanjang hayat biasa diasumsikan sebagai pendidikan yang terus menerus hingga seseorang mendapatkan gelar yang banyak di belakang namanya. Namun dalam pengertian lebih luas lagi, long life education tidak menuntut adanya lembaga pendidikan. Sehingga mencari ilmu tidaklah harus dari suatu lembaga pendidikan saja. Keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar adalah sarana pendidikan yang paling mendasar bagi kehidupan kita. Salah satu contohnya di dalam keluarga, para orang tua secara perlahan menanamkan dasar-dasar kepribadian kepada anaknya. Semua pengalaman interaksi anak dengan orang tuanya direkam secara langsung maupun tidak langsung dalam otak kecil anak tersebut yang kemudian akan membentuk kepribadian anak hingga dewasa kelak. Bila orang tua mengajarkan hal-hal yang positif kepada anaknya, maka anak tersebut akan memiliki kepribadian yang positif juga. Begitu juga sebaliknya, bila ajaran orang tua cenderung ke arah hal yang negatif, maka anak tersebut akan sulit menemukan jati dirinya dan memiliki citra diri yang negatif pula.
Lalu bagaimana dengan pandangan Islam mengenai long life education? Islam mewajibkan kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang bermanfaat untuk menuntun kita dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita di dunia, agar tiap-tiap muslim menjadi manusia yang berakhlak dan berakal serta tidak menjadi manusia yang picik, sehingga setiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan dapat membawa kemajuan bagi kita semua dalam batas-batas yang diridhai Allah SWT. Rasulullah pun memerintahkan umatnya untuk menimba ilmu sampai akhir hayat. Demikian pula Islam mewajibkan kita menuntut ilmu akhirat yang menghasilkan natijah, yakni ilmu yang diamalkan sesuai dengan perintah-perintah syara’.
Sejarah pendidikan Islam pada hakikatnya tak lepas dari sejarah Islam itu sendiri. Sehingga, periode-periode pendidikan islam berada dalam periode-periode sejarah islam itu sendiri. Prof. Dr. Harun Nasution, secara garis membagi sejarah islam kedalam tiga periode yaitu :
1. Periode klasik.
2. Pertengahan.
3. Modern.
Kemudian Dra. Zuhairini dalam buku menjelaskan bahwa periode-periode tersebut di bagi menjadi lima masa, yaitu:
1. Masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632 M).
2. Masa Khalifaur Rasyidin di Madinah ( 632-661 M).
3. Masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750 M).
4. Masa kekuasaan Abbasiyah di Baghdad ( 750-1250).
5. Masa dari jatuhnya kekuasaan Khalifah di Bagdad tahun 1250 M s/d sekarang.
Menurut Al-Qur’an, semua pengetahuan datangnya hanya dari Allah SWT. Konferensi Internasional tentang Pendidikan Islam yang diadakan di Universitas King Abdul Aziz tahun 1980 membuat rekomendasi sebagai berikut: “Semua pengetahuan datang dari Allah. Sebagian diwahyukan kepada orang yang dipilihnya, sebagian lain deperoleh manusia dengan menggunakan indera, akal, dan hatinya. Pengetahuan diwahyukan mempunyai kebenaran absolute sedangkan pengetahuan yang diperoleh, kebenarannya tidak mutlak.”
Dalam kenyataan sejarah, kedua macam pengetahuan yang di sebutkan Ibn Khaldun dengan istilah pengetahuan naqliyah (diwahyukan) dan pengetahuan aqliyah (dipikirkan) ini selalu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan islam.
Menuntut ilmu diilihat dari segi ibadah, sangatlah tinggi nilai dan pahalanya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang), kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Quran), maka pahalanya lebih baik daripada ibadah satu tahun”. Dan apabila kita melaksanakan amal ibadah tak dilandasi oleh ilmu, maka akan sia-sialah amalnya. Menurut Syaikh Ibnu Ruslan : “Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadah) tanpa ilmu, maka segala amalnya akan ditolak, yakni tidak diterima”.
Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia ini pun dengan sebuah tugas yaitu tugas mengajar, sebagaimana sabdanya: “Aku diutus ini, untuk menjadi pengajar”.(HR. Baihaqi). Mengingat pentingnya penyebaran ilmu pengetahuan kepada manusia / masyarakat agar mereka tidak terjebak dalam kebodohan dan kegelapan, maka diperlukan kesadaran bagi para muslim, guru dan ulama, untuk beringan tangan menuntun mereka menuju kebahagian dunia dan akhirat. Bagi mereka yang suka menyembunyikan ilmunya, mendapat ancaman, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: ”Barang siapa ditanya tentang sesuatu ilmu, kemudian menyembunyikan (tidak mau memberikan jawabannya), maka Allah akan mengekangkan (mulutnya), kelak dihari kiamat dengan kekangan (kendali) dari api neraka” (HR Ahmad).
Sistem pendidikan Islam yang pernah di terapkan Nabi Muhammad SAW dalam mengemban misi kerasulannya di muka bumi ini dapat dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 151 yang artinya : Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Berdasarkan ayat di atas, ada empat pendekatan yang digunakan Nabi Muhammad SAW dalam rangka mengembangkan dan menyiarkan Islam, yaitu :
1. Pendekatan tilawah
2. Takziyah
3. Ta’lim
4. Al-kitab
5. Ta’lim al hikmah
Di dalam Al-Quran dan Al-Hadist terdapat beberapa perintah yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu agar mereka menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kebodohan. Perintah menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW: “Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan” (HR. Ibn Abdulbari). Kemudian Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat wajiblah ia mengetahui ilmunya pula dan barang siapa yang meginginkan kedua-duanya wajiblah ia memiliki ilmu kedua duanya pula” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sehingga dapat di simpulkan bahwa Islam mewajibkan para pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, dan berwawasan luas agar dapat meningkatkan kualitas kehidupannya ke arah yang lebih baik.



PENUTUP


1. Kesimpulan
Sebagai seorang muslim, Islam sudah mewajibkan kita semua untuk memperdalam ilmu untuk masa depan kita sendiri. Masa depan yang cerah sudah menunggu kita apabila kita serius dalam menuntut ilmu (Insya Allah). Atau masa depan yang suram apabila kita bermalas-malasan dalam menuntut ilmu pengetahuan (Wallahu A’lam). Pilihan itu berada di tangan kita sendiri. Apakah kita ingin memperoleh masa depan yang cerah atau kah kita ingin terjerumus kedalam masa depan yang suram. Semua tergantung pada kita sendiri, kita yang menjadi nahkoda dalam mengarungi lautan yang penuh dengan badai menuju sebuah pulau bernama masa depan yang cerah.
Amin...



Daftar Pustaka:

- Tafsir, Ahmad. 2008. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.
- Zuhairini, dkk. 1997. Sejarah Pendidikan Islam. Bumi Aksara: Jakarta.
- Salim Bahreisy, H. 1980. Sejarah Hidup Nabi-Nabi. Bina Ilmu: Surabaya.
- http://afika.blog.fisip.uns.ac.id/2010/12/17/long-live-education-in-islam/
- http://3gplus.wordpress.com/2008/04/21/sejarah-perkembangan-islam-di-dunia/
- http://www.warnadunia.com/
- http://zeffa09.blogspot.com/2010/06/pendidikan-sepanjang-hayat.html#more


Read More..

7 Keajaiban Dunia kuno

1. Colossus Rodos
Colossus Rodos adalah patung Helios, yang terletak di pulau Rodos, Yunani, dibuat oleh Chares dari Lindos antara 292 dan 280 SM. Patung ini dianggap sebagai 7 keajaiban dunia kuno. Sebelum kehancurannya, patung ini berdiri lebih dari 30 meter, membuatnya sebagai patung tertinggi dalam dunia kuna. Colossus Rodos memiliki tinggi yang hampir sama dengan Patung Liberty.

2. Taman Gantung Babilonia
Taman Gantung Babilonia adalah salah satu di antara tujuh keajaiban dunia kuno. Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk istrinya, Amyitis. Lokasi taman ini sekarang berada di negara Irak.

3. Mausoleum Maussollos
Mausoleum Maussollos atau Mausoleum Halicarnassus, adalah makam yang dibangun antara 353 dan 350 SM di Halicarnassus (Bodrum, Turki kini) untuk Mausolus, satrap kekaisaran Persia dan Artemisia II dari Caria, istrinya. Struktur ini didesain oleh arsitek Yunani, Satyrus dan Pythius.[1][2] Mausoleum ini memiliki tinggi sekitar 45 meter.

4. Mercusuar Iskandariah
Mercusuar Iskandariah atau Pharos Alexandria (dari bahasa Yunani o Φάρος της Αλεξάνδρειας) adalah sebuah mercusuar yang dibangun pada abad ke-3 SM di pulau Pharos berdekatan dengan kota Iskandariah kuna, Mesir Kuno. Ketinggiannya diperkirakan melebihi 115 meter dan merupakan antara struktur tertinggi ciptaan manusia selama beratus-ratus tahun. Antipater dari Sidon telah menyenaraikannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunianya.

5. Piramida Agung Giza
Piramida Agung Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza dan merupakan satu-satunya bangunan yang masih menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu (Χεωψ, Cheops) dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM.[1] . Piramida ini terkadang disebut sebagai Piramida Khufu.

6. Patung Zeus
Patung Zeus di Olympia adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Patung ini dibuat oleh skulptor terkenal, Phidias (abad ke-5 SM) kira-kira tahun 432 SM di Olympia, Yunani. Patung yang terduduk, yang memiliki tinggi sekitar 12 meter, mengisi seluruh Kuil Zeus yang dibangun sebagai rumah patung ini. Penyebab kehancuran patung ini hingga kini masih diperdebatkan.

7. Kuil Artemis
Kuil Artemis adalah kuil Yunani yang didirikan untuk Artemis, sekitar 550 SM di Efesus dibawah dinasti Achaemenid dari kekaisaran Persia. Kuil ini merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno. Kini, kuil ini telah hancur.

Read More..

Lelucon Gaya Jawa


Alkisah di sebuah perusahaan besar di kawasan Keprabon, tengah melakukan beberapa tes wawancara untuk "*tidak*" menerima calon karyawan baru, tentu saja salah satu prasyaratnya adalah harus berbahasa EJD (Ejaan Jawa yg nDak sempurna)..
(Bagi yang tidak memahaminya nggih nyuwun sewu ... Boso Jawi ...Meniko)

G : Kowe nduwe omah opo ora.....?
A : dereng....
G : Wah kowe ora iso ketompo nang kene
a : Lho kok ngaten.....?
G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan.
a : Ah.. mboten kok, sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih.
G : Yo malah ora ketompo
a : Lho kok ngaten.....?
G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae.

G : Kowe nduwe motor opo ora....?
b : Mboten.
G : Ora ketompo
b : Lho kok mboten ketompo ?
G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit.
b : Sak janipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki.
G : Wah malah ra ketompo....
b : lho kok ngoten
G : Tempat parkire wis ra cukup.

G : Kowé wis lulus sarjana tenan.....?
c : Sampun pak....
G : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan bén mbayaré murah
c : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi
G : Malah ora ketompo.....
c : Lho kados pundi to....?
G : Mengko kowé kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo.

G : Kowé seneng guyon opo ora ?
d : Mboten pak, kulo serius nék nyambut gawé.
G: Ra' ketompo......
d : Waa......kok ngoten?
G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress.
d : Sak jané nggih sekedhik-sekedhik seneng guyon.
G: Malah ora ketompo.
d : Lho kok......
G: Engko kowé mung email-emailan sing lucu.......

G : Kowé mau mréné numpak opo ?
e : Nitih mobil
G : Kowé ora ketompo
e : Sebabipun ?
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus
e : Wo, kulo wau namung mboncèng, kok
G : Tambah ora ketompo
e : Lho, lha kok ... ?
G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor. Ngrusuhi !

G : Anakmu akèh opo sithik ?
f : Kathah pak
G : Kowé ora ketompo
f : Sebabipun ?
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus
f : Lha wong namung anak adopsi, kok.
G : Tambah ora ketompo
f : Lho, lha kok ... ?
G : Gawé anak baé aras2en, opo manèh nyambut gawé

G : Kowé wis ngerti gawéyanmu durung ?
h : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
h : Sebabipun ?
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti gaweyané ?
h : Oo, nèk damelan niku mpun ngertos kok
G : Tambah ora ketompo
h : Lho, lha kok ... ?
G : Kowé rak mung arep keminter, to ?

G : Kowe ngerti kahanan kantor kéné durung
k : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
k : Sebabipun ?
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti kantoré ?
k : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok
G : Tambah ora ketompo
k : Lho, lha kok ... ?
G : Kowé senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to ?

G : Kowé kerep loro ?
m : Mboten
G : Kowé ora ketompo
m : Sebabipun ?
G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering
m : Wah, sakjanipun nggih asring
G : Tambah ora ketompo
m : Lho, lha kok ... ?
G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren.

G : Kowé biso main Internét ?
n : mBoten
G : Kowé ora ketompo
n : Sebabipun ?
G : Perusahaan ora nompo BI (Buta Internet)
n : Wah, sakjanipun nggih saged
G : Tambah ora ketompo
n : Lho, lha kok ... ?
G : Mesthi ora bakal nyambut gawé, kakèhan dolanan Internet, to? Ngenték-entekké pulsa !

G : Kowe waras opo ora?
o : Lha, kulo nggih waras to Pak.
G : Ra ketompo.......
o : Kenging nopo .....?
G : Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene.
o : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan.
G : Malah ra ketompo......
o : Pripun to niki....?
G : Mengko aku duwe saingan...........

he...he...he...

Read More..

Taman Harapan


Dalam hitungan hari menjelang purnama
Dimana ku temukan kembali
Tumbuhnya tunas bunga jiwa
Di taman yang telah gersang
Hanya ada tanah panas berpasir
Kerontang dan berkarang

Bunga yang dulu ku anggap mimpi
Bunga yang ada dalam dongengan
Datang dan pergi meninggalkan kering

Kini kulihat indahnya bunga itu tumbuh
Ditengah-tengah tanah yang menggersang
Akankah dia mampu
Menjadikan tanah itu taman hati yang indah
Akan kah dia mampu
Terus tetap tumbuh dalam tetesan embun yang ada

Sekarang hanya harapan
Yang menjaganya untuk mekar dan ada
Memberi arti untuk suatu kesetiaan

Read More..

time is...

contact me on...

about me...

My photo
Cilacap - Solo, Jawa Tengah, Indonesia
Hobinya sih motret, tapi bukan fotografer, cuma tukang foto biasa. Hasil foto dari segala jenis kamera. Sekadar share tentang dunia fotografi, jurnalistik, tugas kuliah, dan cerita-cerita lainnya. Happy Blogging...