Kota Solo, The Spirit of Java


Kota Solo memiliki sejuta keragaman budaya yang bernilai tinggi. Dengan lokasinya yang mudah dijangkau, menyebabkan kota ini masuk ke dalam list para turis dalam melakukan perjalanan wisata. Sebagai Kota Budaya, Solo memiliki berbagai macam tempat wisata yang dapat membuat kita rindu untuk selalu kembali ke kota ini.

Walaupun belum sebesar kota Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya dan Yogyakarta, tapi Solo tak kalah indah di bandingkan kota besar lainnya. Dan inilah beberapa kawasan wisata di Kota Solo dan sekitarnya yang patut kita masukkan dalam list perjalanan wisata kita.

1. Keraton Kasunanan Surakarta
Kraton yang menjadi pusat kebudayaan di Kota Solo ini dibuka untuk umum setiap harinya. Di dalamnya terdapat sebuah museum yang berisi barang-barang keraton. Ada peralatan perang, pakaian raja-raja, kereta kuda, miniature-miniatur bangunan, dan lain-lain. Yang membuat menarik adalah ketika kita diajak oleh tour guide untuk masuk ke dalam halaman keraton. Di sana, terdapat 77 pohon sawo kecik yang memiliki filosofi tersendiri. Di dalam halaman itu juga terdapat sebuah pendapa yang biasa digunakan untuk acara keraton seperti jumenengan atau pemberian gelar pada kaum bangsawan, terdapat juga sebuah menara setinggi 9 meter yang konon katanya di menara inilah Sri Pakubuwono (Raja) bertemu dengan permaisurinya, Nyai Roro Kidul. Konon menurut sejarah, di menara tersebut ada sebuah terowongan yang ujungnya di laut selatan.

Keraton Kasunanan Tempo Doeloe


Keraton Kasunanan Surakarta Sekarang

2. Pura Mangkunegaran
Jika di Yogyakarta terdapat Istana Pakualaman, di Solo terdapat Pura Mangkunegaran. Letaknya terdapat di tengah kota Solo. Pura Mangkunegaran adalah istana tempat kediaman Sri Paduka Mangkunagara di Surakarta dan dibangun setelah tahun 1757 dengan mengikuti model keraton yang lebih kecil. Di dalam istana ini, terdapat sebuah pendapa besar. Di pendapa inilah, biasanya diadakan acara pagelaran tari. Dulu, pendapa ini digunakan untuk latihan tari gadis-gadis kecil yang tergabung dalam sebuah sanggar tari. Di kawasan dalam ini, juga terdapat museum yang menyuguhkan berbagai macam barang-barang yang dimiliki istana ini.

Di kawasan luar, terdapat halaman besar yang biasa disebut Pamedan Mangkunegaran. Di halaman ini, biasa diadakan acara-acara besar berskala internasional seperti SIEM (Solo International Ethnic Music), WHC (World Heritage Centre), dan SIPA (Solo International Performance Art). Di sebelah timur Pamedan, terdapat sebuah gedung Kalvalleri. Dulunya gedung ini menjadi markas bagi para prajurit.

Pura Mangkunegaran


Pura Mangkunegaran tampak depan

3. Museum Radya Pustaka
Museum Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia. Museum yang berdiri pada tanggal 28 Oktober 1890 Masehi atau pada hari Selasa Kliwon tanggal 15 Maulud 1820 Ehe (tahun Jawa) ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, Kompleks Sriwedari, Kota Solo. Museum yang berada di pinggir jalan utama Kota Solo ini menyimpan beribu koleksi buku-buku kuno, koleksi wayang kulit, arca-arca kuno, dan berbagai macam barang-barang kuno. Bagi orang Jawa asli, di museum ini juga tersedia jasa untuk me-ruwat seseorang yang dilakukan oleh juru kunci atau penjaga museum.

Museum Radya Pustaka

4.Taman Hiburan Rakyat, Gedung Wayang Orang Sriwedari dan Gedung Kesenian Solo
Lokasinya tak jauh dari Museum Radya Pustaka. Taman Hiburan Rakyat atau yang kerap disingkat dengan THR terdapat berbagai macam wahana bermain untuk anak-anak dan remaja. Walaupun masih sederhana, namun kawasan ini sudah ada sejak lama dan selalu ramai saat musim liburan. Gedung Wayang Orang Sriwedari atau GWO adalah satu-satunya di Indonesia. Di GWO ini, biasa diadakan pagelaran sandiwara rakyat yaitu, wayang orang. Ruangannya yang besar dan cukup sejuk membuat pecintanya selalu kembali untuk menyaksikan pagelaran rakyat ini. Gedung Kesenian Solo adalah bekas gedung bioskop Solo Theater yang setiap tahunnya digunakan untuk acara pemutaran film-film indie nasional.

Gerbang Taman Sriwedari


Taman Hiburan Rakyat Sriwedari


Gedung Wayang Orang Sriwedari


Gedung Kesenian Solo

5. Taman Satwa Taru Jurug
Adalah satu-satunya kebun binatang yang ada di Kota Solo. Lokasinya yang berada di pinggir sungai Bengawan Solo membuat para pengunjung membaur dengan alam. Dengan tikar yang biasa disewakan oleh para pemilik warung di sana, kita dapat menikmati ketenangan dan udara sejuk di antara pepohonan. Di kebun binatang ini, juga terdapat Taman Gesang. Taman yang dibangun untuk menghormati Pak Gesang, pencipta lagu Bengawan Solo yang melegenda.

Taman Satwa Taju Jurug


Taman Gesang

6. Kampung Batik Laweyan
Satu kawasan di daerah Laweyan ini hampir semua penduduknya bekerja sebagai pengrajin batik. Tahun lalu, UNESCO telah menetapkan bahwa batik adalah hasil budaya asli Indonesia. Di kawasan batik ini, banyak terdapat butik-butik batik yang menawarkan berbagai macam produk batik. Kawasannya yang masih mempertahankan bangunan kuno, menyebabkan kawasan ini kental dengan budaya Jawa dan jaman doeloe. Untuk mencapai butik-butik ini, kita harus melalui gang-gang sempit yang diapit tembok-tembok tinggi bernuansa tempo doeloe. Biasanya di gang inilah banyak turis-turis yang menjadikannya sebagai tempat berfoto-foto.

Kampoeng Batik Laweyan




Di salah satu sudut Kampoeng Batik Laweyan

7. Galabo (Gladag Langen Bogan)
Bagi pecinta kuliner Solo, kita tidak usah menempuh jarak yang jauh antara satu lokasi ke lokasi yang lainnya. Hanya cukup dengan datang ke kawasan Gladag, kita sudah dapat menikmati semua makanan khas Solo yang terkenal sedap. Gladak Langen Bogan atau yang disingkat Galabo merupakan tempat makan alternatif garapan Pemkot Solo. Segala macam makanan khas Kota Solo, seperti gudeg ceker, nasi liwet, tengkleng, bestik, hingga cambuk rambak ada di tempat ini. Namun, Galabo hanya buka pada malam hari. Di Galabo ini, kita bisa menikmati enaknya makanan khas Solo sambil menikmati suasana malam di kota ini.

Galabo


Di salah satu sudut tempat


Daftar Menu


8. Masjid Agung Surakarta

Masjid ini masih ada dalam satu kompleks dengan Kraton Kasunanan dan Pasar Klewer. Masjid ini biasanya digunakan oleh pengunjung Kraton dan Pasar Klewer untuk melaksanakan ibadahnya. Keunikan bangunan Masjid Agung Surakarta ini adalah bahan interiornya yang hampir sebagian besar terbuat dari kayu jati kualitas nomor satu. Jika bulan Ramadhan, masjid ini mengadakan shalat tarawih berjamaah dengan bacaan surat 30 juz selama 30 hari.

Gerbang Masjid Agung Surakarta



Masjid Agung Surakarta

9. Taman Budaya Jawa Tengah
Di kawasan ini, biasanya diadakan pagelaran seni yang dilakukan oleh seniman-seniman asli Solo seperti teater, sendratari, dan lain-lain. Tak hanya digunakan oleh seniman asli, namun TBJT juga kerap digunakan sebagai tempat mengadakan berbagai acara pemutaran screening film indie.

Taman Budaya Jawa Tengah


10. Pasar Gede

Pasar yang berada di tengah kota ini masih sangat tradisional. Jika kita mencari makanan tradisional atau jajan pasar, kita dapat mencarinya di Pasar ini. Jika di London ada The Tower of Big Ben, ada pula Tugu Jam di pasar ini. Letaknya persis di tengah persimpangan Jl Urip Sumoharjo-Jl Suryo Pranoto-Jl Ketandan, depan Pasar Gede. Bagi pecinta fotografi, di pasar ini kita dapat menjumpai berbagai macam ekspresi, interaksi dan momen-momen yang lumayan bagus untuk diabadikan dalam lensa bidik.

Pasar Gede tahun 1935


Pasar Gede saat ini


Tugu Jam di depan Pasar Gede

11. Pasar Klewer, PGS (Pusat Grosir Solo), dan BTC (Beteng Trade Center)
Ketiga tempat ini berada dalam satu kawasan alun-alun utara. Ketiganya adalah pusat tekstil dan oleh-oleh di Solo. Pakaian jadi dapat kita temui di Pasar Klewer dan PGS. Dan kain-kain untuk konveksi bisa kita temui di BTC. Selain pakaian jadi, kita juga bisa mendapatkan berbagai produk fashion lainnya seperti tas, sepatu, aksesoris dan jilbab. Harga di sana masih terjangkau murah.

Pasar Klewer


Pusat Grosir Solo (PGS)


Beteng Trade Center (BTC)

12. Solo Car Free Day
Suka bersepeda di pagi hari? Suka jogging di pagi hari? Atau pernah terbayangkah anda dapat berjalan-jalan di tengah jalan Slamet Riyadi? Ini bukan hanya mimpi. Seperti yang telah diterapkan di Jakarta, saat hari minggu tiba, dari jam 6 - 9 pagi, Jalan Slamet Riyadi disulap bak tempat olahraga yang bebas akan asap kendaraan. Di program Solo CFD ini, kita bisa melakukan berbagai macam kegiatan olahraga. Bersepeda, jogging, senam, bulutangkis, dan sebagainya. Selama 3 jam ini, semua kendaraan bermotor dilarang melewati kawasan jalan protocol ini.

Pembukaan car free day di Solo


yang ditunggu tunggu saat car free day :D

13. Taman Balekambang
Bingung mencari wisata alam di Solo? Ingin menikmati udara segar dan sejuk? Cukup datang ke Taman Balekambang yang berada di kawasan Manahan. Di sana terdapat pohon-pohon besar dan kolam besar yang dulu digunakan untuk pemandian raja-raja Kasunanan. Saat malam tiba, para pemain wayang orang menampilkan pertunjukan wayang orang di kawasan ini. selain itu, ada beberapa ekor rusa yang bersahabat dibebaskan di kawasan ini.

Gerbang Taman Balekambang



Taman Balekambang


14. Koridor Ngarsopuro

Jika akan ke Pura Mangkunegaran, pasti melewati kawasan ini. Hampir semua masyarakat Solo menyukai kawasan ini. selain luas, letaknya yang berada di tengah kota membuat banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk menikmati suasana kota yang menyenangkan. Di kawasan ini juga terdapat sebuah pasar seni yang menjual berbagai macam barang seni. Jika malam minggu tiba, di kawasan ini terdapat night market. Kawasan ini juga kerap digunakan sebagai tempat pameran kebudayaan.

Koridor Ngarsopuro

15. Sepur Kluthuk Jaladara
Kereta api uap ini didatangkan langsung dari Ambarawa untuk membantu para wisatawan menikmati indahnya kota Solo. Dengan rel kereta yang membentang di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, para wisatawan dapat menikmati kota ini dari sisi yang lain. Sisi yang tidak dimiliki kota lain. Rel ini hanya satu-satunya rel kereta api yang ada di tengah kota di Indonesia. Jika ingin menikmati rasanya naik kereta kuno di pinggir jalan protocol kota yang selalu ramai ini, kita bisa memesannya di Stasiun Purwosari. Untuk penumpang ber-KTP Solo tiket seharga Rp 50.000,- dan wisatawan seharga Rp 100.000,-. Kereta ini berangkat dari St. Purwosari menuju St. Sangkrah lalu kembali lagi ke St. Purwosari. Di dalam kereta yang memiliki dua gerbong ini, terdapat penjual jamu dan makanan tradisional. Anda dapat menikmati makanan khas Solo dan suasana kota sambil mendengarkan lagu keroncong yang dibawakan oleh penyanyi keroncong di dalam kereta.

Sepur Kluthuk Jaladara saat peresmian

16. Batik Solo Trans
Pada dasarnya, BST seperti Trans Jakarta dan Trans Jogja. Untuk mendapatkan kenyamanan perjalanan, anda dapat menggunakan bus ini. Bus ini baru saja diluncurkan oleh Pemerintah Kota Surakarta.

Batik Solo Trans (BST) saat menurunkan penumpang di halte

Selain itu, jika akan mencari wisata belanja modern, kita dapat mengunjungi beberapa pusat perbelanjaan modern. Antara lain, Solo Grand Mall, Solo Paragon dan Solo Square. Ketiganya memiliki berbagai fasilitas modern yang memanjakan kita dengan wisata belanja. Dan khusus untuk Solo Paragon, juga tersedia hotel dan apartment. Dan masih banyak lagi tempat wisata yang patut dikunjungi di Kota Solo. Walaupun saya bukan asli warga Solo, dan disini saya hanya merantau mencari ilmu alias kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, namun saya akui Kota Solo memang kota kecil yang selalu ngangenin...

1 komentar:

agneshiachrista Selasa, November 08, 2011 2:26:00 PM  

wawww nice blog ! keep writing on this space !

Poskan Komentar

Silahkan Komentar tapi yang sopan ya :))

time is...

contact me on...

about me...

Foto Saya
Cilacap - Solo, Jawa Tengah, Indonesia
Hobinya sih motret, tapi bukan fotografer, cuma tukang foto biasa. Hasil foto dari segala jenis kamera. Sekadar share tentang dunia fotografi, jurnalistik, tugas kuliah, dan cerita-cerita lainnya. Happy Blogging...