Pemuda Islam yang Ideal

PROFIL PEMUDA ISLAM YANG IDEAL
TUGAS ASISTENSI AGAMA ISLAM (AAI)




DHANY DIMAS OKTRIYANTO
D0210028
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2010/2011




PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat, ''Kapankah sedekah yang paling utama itu?'' Beliau menjawab, ''Engkau bersedekah pada waktu muda sehat, berkeinginan untuk kaya, dan takut miskin.''
Ada semacam kecenderungan di kalangan sebagian masyarakat di sekitar kita untuk menangguhkan kegiatan perjuangan hanya menjelang masa tua dari berbagai macam aktivitas atau menjelang usia lanjut. Seolah-olah keberagamaan itu teraktualisasikan pada saat energi untuk menguasai kehidupan telah hampir terkuras habis. Keterlibatan dalam perjuangan menyiarkan Islam hanyalah diletakkan pada usia dan tenaga sisa saja.
Banyak contoh dalam realitas kehidupan, seseorang ketika memiliki
jabatan, harta, maupun kedudukan, sangat jauh dari nilai-nilai agama. Bahkan, cenderung menentang kegiatan-kegiatan keagamaan. Namun, ketika usia menjelang senja, orang tersebut mulai kelihatan aktif terlibat dalam kegiatan keislaman. Tentu saja hal ini tidaklah salah, apalagi jika dibandingkan dengan sama sekali tidak sadar.
Akan tetapi, jika memperhatikan hadis di atas, ibadah dan berjuang yang paling utama itu justru dilakukan pada saat usia muda yang energik dan penuh vitalitas, ketika keinginan untuk mendapatkan yang terbaik dan terbanyak begitu mendominasi. Sedekah, sebagai contoh, dikeluarkan pada saat memiliki angan-angan dan cita-cita menjadi orang kaya, serta takut miskin, sehingga segala sesuatunya diperhitungkan dengan teliti. Demikian pula dengan tobat, yang terbaik adalah dilakukan oleh anak muda yang relatif sedikit dosa dan kesalahannya, atau jika melakukan kesalahan dianggap wajar oleh masyarakat.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Dailami dari Umar, Rasulullah SAW bersabda, ''Tobat itu sangat baik, akan tetapi jika dilakukan oleh anak muda jauh lebih baik....'' Karena itu, balasan dari Allah SWT bagi anak muda yang mengisi masa mudanya dengan kegiatan yang bermanfaat sangat luar biasa, yaitu kelak di Padang Makhsyar akan mendapatkan naungan-Nya pada saat tidak ada naungan selain naungan-Nya.



PEMBAHASAN


1. Pemuda Islam yang Ideal
Usia muda adalah usia yang memiliki fisik prima, akal segar, keingintahuan yang tinggi, dan semangat kuat, namun belum memiliki pengalaman yang cukup. Pemuda memiliki hasrat yang tinggi untuk melakukan suatu perubahan, hal ini membawa dampak pemuda berpotensi untuk membuat kebajikan, dan juga potensial untuk membuat keonaran. Jika dikembangkan kearah positif maka para pemuda dapat menjadi asset yang berharga bagi bangsa maupun umatnya.
Meski demikian, perlu juga diwaspadai, masa muda adalah masa dimana segala gejolak dan rasa mencapai puncaknya. Hasrat dan keinginan bergejolak dahsyat dalam jiwa. Godaan dan dorongan nafsu mendesak sangat kuat. Sehingga peluang untuk tergelincir pada lembah kemaksiatan terbuka lebar, sebagaimana peluang menuju kesuksesan pun terhampar di depan mata.
Pemuda. Sejatinya adalah orang muda sebagai generasi penerus dari
golongan yang tua, dan sebagai harapan bangsa. Pemuda adalah para remaja, pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya, yang tentunya memiliki jiwa yang muda. Namun, seperti apakah pemuda islam itu?
Menjadi sosok pemuda muslim ideal yang menjadi harapan bangsa dan Negara tidaklah mudah. Jiwa muda yang berkembang dalam diri para pemuda ini menyebabkan terkadang mereka terbawa arus perubahan zaman. Namun demikian agama islam memerintahkan agar kita mempersiapkan generasi muda penerus dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi tantangan zaman, maka diperlukan pemuda muslim yang menjadi harapan umat dan bangsa.
Sifat-sifat dasar pemuda muslim ideal yang menjadi dambaan umat yaitu pertama, memiliki aqidah yang benar. Inti dari aqidah adalah tauhid yaitu mengesakan Allah SWT. Hanya menyembah kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah dan menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah. Kedua, memiliki ilmu dan tsaqafah islam. Selalu haus akan ilmu pengetahuan dan mengamalkannya. Sehingga pemuda muslim mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang luas. Dapat dibayangkan betapa suatu bangsa akan cepat maju bila memiliki generasi-generasi muda yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.
Nabi Muhammad saw. bersabda,”Manfaatkan yang lima sebelum datang
yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu; masa sehatmu
sebelum datang masa sakitmu; masa kayamu sebelum datang masa
miskinmu; masa hidupmu sebelum datang masa matimu; masa luangmu
sebelum datang masa sibukmu.” (H.R. Al Baihaqi)
Bila seorang pemuda Islam telah dapat mengimani Allah SWT. dan Rasul-Nya, tentunya ia akan selalu mengamalkan ajaran Islam, baik dalam
perbuatan dan kehidupan sehari-hari, hingga usaha pendakwahan agama Islam. Karena seorang pemuda Islam tentunya tidak ingin menjadi orang yang merugi, karena ciri orang yang tidak mengalami kerugian dalam hidup adalah senantiasa mengamalkan dan mendakwahkan Islam. Nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa menyeru kepada kebaikan maka ia akan memperoleh pahala seperti dengan orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim).
Al-Qur`an banyak bercerita tentang sosok pemuda yang mampu
mewujudkan perubahan dengan keunggulan pribadi yang kuat. Mereka memiliki prinsip dan sikap yang jelas dalam mewujudkan perubahan tersebut. Bukan keunggulan kepribadian saja yang kuat, tetapi keunggulan tersebut sangat dibutuhkan oleh zamannya.
Sosok Ibrahim, pemuda cerdas serta kritis terhadap ideologi dan
keyakinan yang dianut masyarakat sekitarnya, termasuk orang tuanya sendiri. “Dan ingatlah waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: ”Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-An`am:74). Nabi Ibrahim mampu mematikan logika sesat Aazar dan Namrud. Dengan gagah berani dan keyakinan yang tinggi dia mendebat Namrud (QS. Al-Anbiya (21): 52-71). Keunggulan logika Ibrahim tersebut sangat tepat dengan zamannya.
Lihatlah sosok sahabat-sahabat Rasulullah, sebagian besar dari mereka
adalah seorang pemuda. Pemuda Islam yang gagah berani serta benar-
benar menggunakan masa mudanya untuk kemuliaan Islam. Mereka muda
tapi dewasa, memiliki kepribadian yang matang serta tsabbat, punya sikap
dan pantang menyia-nyaiakan waktu mudanya dengan kelalaian.

2. Sifat yang Dimiliki Pemuda Islam
Masa muda merupakan masa-masa terindah yang Allah beri. Disana ada banyak peluang untuk berprestasi, berkreasi dan berinovasi. Masa muda penuh karya, penuh makna dan hikmah. Allah memberikan masa muda yang sama bagi setiap orang, yang membedakan adalah penyikapan terhadap masa yang Allah berikan tersebut, apakah akan dipergunakan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat atau menyianyiakannya dengan segala macam kesenangan sesaat. Jangan sampai muara dari masa muda adalah penyesalan di masa tua. Al-Qur`an yang menempatkan masa muda sebagai masa kekuatan. “Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha
Kuasa.” (QS. Ar-Ruum: 54) bijak jika masa muda dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Berikut ini beberapa hal yang dapat membuat masa muda lebih bermanfaat lagi:
1. Idealis, yaitu bercita – cita tinggi.
2. Kreatif, yaitu memiliki daya cipta yang tinggi.
3. Selalu ingin tahu, yaitu memiliki rasa penasaran atas sesuatu yang baru.
4. Berani, yaitu tidak malu dalam bertanya.
5. Pantang menyerah, yaitu tidak gampang putus asa.
6. Optimis, yaitu berpandangan baik.
7. Beribadah dan beramal sholeh, yaitu berusaha mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.
8. Belajar dan mengkaji ilmu-ilmu Allah, yaitu rajin dalam mencari ilmu.



PENUTUP


1. Kesimpulan
Pemuda Islam adalah pemuda yang mampu mengangkat nama agamanya serta nama bangsanya. Berusaha untuk melawan kehidupan yang hanya penuh dengan kemaksiatan serta bertawakkal kepada Allah SWT. Generasi muda Islam dianjurkan untuk selalu menumbuhkan kesadaran diri akan betapa peran kita selalu dibutuhkan. Sekecil apapun yang bisa kita sumbangkan untuk Islam akan sangat bernilai dan akan dibalas dengan yang setimpal bahkan berlipat ganda.
Romawi Timur (Turki) telah ditaklukkan, dan Sungguh Rasulullah SAW pernah janjikan akan tiba saatnya bagi Romawi Barat (Vatikan/ Italia) untuk tunduk di bawah naungan Islam. Bersiap-siaplah kita semua untuk menjadi para pewaris Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk. Wallahu A’lam.



Daftar Pustaka:

- Figur Pemuda Islam/ Hasan Al-Banna, Abdullah Nashih ‘Ulwan, Ahmad Muhammad Jamal/ Penerbit Cahaya Perss, Jakarta/ 2002.
- Generasi Mendatang Generasi Yang Menang/ Dr. Yusuf Al-Qaradhawy/ Penerbit Gema Insani Perss, Jakarta/ 1995.
- Jangan Jadi Bebek/ O. Solihin/ Penerbit Gema Insani Perss, Jakarta/ 2002.
- http://www.syahadat.com/artikel/214-pemuda-islam/
- http://bankganteng.blogspot.com/2010/11/profil-dan-ciri-ciri-pemuda-muslim-yang/
- http://latisi.multiply.com/journal/item/1/FIGUR_PEMUDA_ISLAM_IDEAL/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar tapi yang sopan ya :))

time is...

contact me on...

about me...

Foto Saya
Cilacap - Solo, Jawa Tengah, Indonesia
Hobinya sih motret, tapi bukan fotografer, cuma tukang foto biasa. Hasil foto dari segala jenis kamera. Sekadar share tentang dunia fotografi, jurnalistik, tugas kuliah, dan cerita-cerita lainnya. Happy Blogging...